Home / Agenda Kegiatan / 30 Tahun APKLINDO Mengabdi

30 Tahun APKLINDO Mengabdi

Pada 26 Mei 2015 diselenggarakan HUT Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) yang ke-30 tahun di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran. Dewan Pengurus Nasional APKLINDO, sekaligus menyatakan kesiapannya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (ASEAN Economic Community/AEC).

post-image

Visi dan misi APKLINDO yang dinyatakan pada 30 tahun yang lalu secara jelas menyebutkan bahwa menjadi satu-satunya wadah bagi perusahaan klining servis yang utama dan terdepan dalam
melayani anggotanya terwujud dalam berbagai program pelatihan maupun seminar yang disiapkan bagi seluruh anggotanya.Dalam perayaan hari ulang tahun kali ini begitu terasa istimewa lantaran diliputi rasa optimisme yang tinggi serta kesiapan kualitas mental para pelaku industri klining servis.

klining di Indonesia, memiliki daya saing yang kuat terhadap persaingan regional dan global. “We’re ready! Alasannya karena saat ini kami banyak melakukan kegiatan yang terus meningkatkan kualitas kerja kami. Meskipun profesi klining servis bukan termasuk 12 bidang pekerjaan yang menjadi ‘serangan’ MEA namun kami harus waspada karena pekerjaan klining servis bisa dikerjakan oleh siapa pun dengan hanya menggunakan waktu yang singkat,” paparnya, kala berbincang dengan Indonesia Clean. Lebih jauh ia mengatakan, untuk itu, tidak menutup kemungkinan terjadi masuknya tenaga-tenaga kerja asing dari negara-negara yang lebih terbelakang dari Indonesia antara lain Myammar, Bangladesh, dan Laos atau Kamboja.

5825871567_4d477202ce_b

“Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa tenaga kerja dari negaranegara tersebut akan masuk ke Indonesia dengan menggunakan kelemahan tenaga kerja kita di mana tenaga kerja kita sudah cenderung ingin yang lebih baik, sehingga pasar klining servis bisa dikejar oleh pihak lain,” jelasnya.

mana UMP (upah minimum provinsi) menjadi minimal target kelayakan standard profesi ini. UMP di DKI Jakarta saja sudah Rp2,7 juta tahun ini, maka harusnya kita bisa lebih dari itu. Caranya, kita bina terus-menerus tenaga kerja yang profesional, terampil, efektif dan efisien,” tegas Shiddiq.

Tenaga kerja yang efisien yang dimaksud adalah pekerjaan klining servis bias dilakukan dengan teknologi yang lebih modern, di mana kecepatan orang bekerjasudah bisa berubah. Misalkan saja, pekerjaan di lahan 1.000 meter bisa dilakukan oleh satu orang saja, dan tidak seperti sebelumnya dilakukan oleh tiga orang sehingga pendapatan atau gaji tiga orang bias diberikan kepada satu orang saja.

“Dengan demikian kesejahteraan gaji seorang klining servis bisa meningkat dua atau tiga kali lipat dari yang sekarang asalkan pekerjaan bisa dilakukan secara efektif dan efisien,’ tandas dia. Ke depannya diharapkan APKLINDO harus bisa lebih berperan lebih aktif lagi terutama melakukan sosialisasi tentang manfaat dari asosiasi untuk kepentingan masyarakat dan dunia usaha. Artinya, bahwa orang masuk asosiasi itu merasakan manfaat yang akan diterima bukan hanya sekadar dimintai iuran saja tetapi juga bermanfaat bagi kemajuan perusahaan, memberikan informasi perusahaan, Informasi tender serta informasi tenaga kerja. “Dengan kata lain, apabila suatu perusahaan butuh tenaga kerja yang professional seperti supervisor maka kita punya bank data tenaga kerja (supervisor) yang kita miliki, kemudian orang lain bias mengakses dan mencarinya. Untuk saat ini belum ada bank data, namun secepatnya kita harus punya dan saya targetkan dalam periode kepemimpinan 2014 – 2019 ini harus sudah punya bank data tersebut sehingga periode yang akan datang tinggal melanjutkan saja,” jelas Shiddiq.

Kemudian tidak kalah pentingnya, APKLINDO harus berjuang untuk bagaimana memberikan standar pekerjaan klining servis yang baik dan tepat, dan hal itu dimulai dari aturannya. Aturan itu salah satunya harus memiliki sertifikasi dari klining servis, kemudian memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan(SIUP) bidang usaha klining servis, dan menjadi anggota APKLINDO.

Harkat dan Martabat

Pada kesempatan yang sama, sesepuh yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional APKLINDO pertama, Boby Gerungan, menyampaikan hal serupa. Menurut dia, keberadaan dan memprakarsai adanya APKLINDO untuk mengangkat harkat dan martabat tenaga kerja klining servis. Dia lalu bercerita, saat pertama kali berdiri, APKLINDO langsung dihadapkan pada tugas dan tantangan yang berat. Yaitu bagaimana mengangkat harkat dan martabat dunia usaha klining servis yang mana masih dianggap sepele oleh masyarakat luas dan belum diterima secara sepenuhnya. “Oleh karena itu, pada saat kepengurusan pertama ini kami mangadakan peningkatan pengetahuan tentang dunia klining servis dan bagaimana cara mengorganisasikannya,” papar dia. Dalam menyambut MEA, kata Bobby, APKLINDO
WHAT NEWS sudah siap dan mempunyai keyakinan penuh untuk siap menghadapi pasar bebas tersebut.

“Sejak berdiri sampai sekarang, APKLINDO bermitra dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kadin. Khusus Kadin, organisasi ini merupakan wadah bagi dunia usaha Indonesia,” ungkap Bobby. Dukungan pemerintah terhadap keberadaan APKLINDO tertuang dalam Surat Keputusan Kadin Indonesia Nomor: 069/DPH/ VII/85 dan mengukuhkan Boby Gerungan selaku Ketua umum APKLINDO yang pertama oleh Ketua Umum Kadin saat itu, Sukamdani Sahid Gitosardjono. “Pengakuan pemerintah terhadap APKLINDO sangat luar biasa sehingga kalau sekarang anggapan miring kepada profesi klining servis sudah tidak ada lagi. Mereka secara tidak langsung sudah mengakuinya dikarenakan banyak organisasi maupun masyarakat yang sudah peduli dengan profesi klining servis dan arti penting kebersihan gedung kantor,” kata Bobby, menutup pembicaraan.

About admin

Check Also

4th Indonesia Int’l Cleaning Exhibition

Welcome to the 4th edition of Indonesia International CLeaning and Laundry Exibition : EXPO CLEAN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *