| THE CLEANER POWER OF WORK |
|
|
|
|
HOPE+LOVE=THE CLEANER POWER OF WORK Pernahkah anda selaku orang leader dari perusahaan yang anda pimpin menengok barang sejenak para pekerja anda dilapangan, lalu bertanya berapa anaknya, apakah mereka delam keadaan sehat atau tidak, ataukah bertanya berapa gaji yang mereka terima dan apakah sudah pas dengan pengeluaran keluarganya dalam sebulan? Atau pernahkah anda sesekali turun dari mobil yang sejuk untuk menghampiri para Cleaner, Leader ataupun Supervisor area anda hanya untuk sekedar berjabat tangan dan mentraktir mereka minum kopi di warung terdekat sambil berbincang santai seputar pekerjaan yang mereka tangani, selepas anda menagih keringat mereka di sebuah instansi dimana anda bekerjasama dengannya, atau pernahkah anda menunggui para pekerja anda yang sedang melakukan “General Cleaning” disebuah tempat dan beristirahat bersama mereka barang sejam untuk menikmati nasi bungkus dan the hangat? Kalau anda belum pernah melaksanakannya maka, lakukanlah mulai hari ini, atau perusahaan anda sebentar lagi akan bangkrut secara mentalitas. Seribu satu car untuk mengatur para pekerja sudah pernah saya lakukan dari awal saya membuka usaha klining sampai dengan hari ini, dan pada akhirnya saya sadari bahwa hanya dengan cara kita menghargai dan menghormati anak – anak dibawah kita sajalah, perusahaan kita akan menjadi berkah dan bermanfaat, menghargai mereka selaku manusia dan bukanlah hanya sebagai bawahan. Rumusan HOPE + LOVE benar – benar telah lulus uji, baik dalam mendisiplinkan karyawan ataupun meng upgrade kemampuan kerja mereka, pada hasilnya nanti Tuhan akan pilihkan untuk kita mana pekerja yang benar loyal dan yang mana pekerja yang setengah hati, bukan kita yang memilih tapi Tuhan.
1. Hope Inovasi baru terhadap perusahaan yang kita jalankan, akan berdampak harapan untuk maju dari para pekerja kita, harapan untuk maju ini amat sangat erat berkaitan dengan image perusahaan yang menaunginya, dan ketika mereka yakin bahwa perusahaan yang mereka berada didalamnya dapat memberikan harapan untuk maju dan memperbaiki taraf hidup mereka, disaat itulah loyalitas kerja akan terjadi seperti yang kita harapkan. Kebanyakan yang bekerja dibidang klining sebagai cleaner adalah orang – orang yang pendidikannya tidak mencukupi ataupun terpaksa dalam bekerja karena tidak ada pekerjaanlain lagi yang dapat dikerjakan, orang – orang yang seperti inilah yang patut kita rekrut dan kita bina, kita naikkan taraf hidupnya kearah yang lebih layak sehingga cara ia memandang dunia ini dapat lebih baik ketimbang orang – orang yang ada di sekelilingnya, dan kembali lagi hal ini berarti mereka butuh HOPE sebagai alat dorong pertama untuk bekerja. Tentunya tidak hanya sekedar HOPE namun adalah HOPE yang dijalankan serta diwujudkan sehingga HOPE berubah menjadi HAPPY (kebahagiaan) tapi bila HOPE tidak dikerjakan untuk pelaksanaan realnya, siap – siap lah kita menerima pekerja yang HOPELESS, pekerja yang lemah, letih. Lesu dan letoy (4L), dan bekerja sesuka dirinya saja, tidak memiliki target apalagi konsep. Bila anda menemukan diantaranya pekerja anda yang sesuai dengan ciri – ciri pekerja 4L, tidak adil bagi anda untuk memarahi apalagi memecatnya tapi berilah mereka HOPE terlebih dahulu. 2. LOVE Kata yang satu ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar, menghiasi lagu – lagu dan sinetron -sinetron, love yang kita bahas saat ini tidak hanya “CINTA” dalam batasan yang sempit namun lebih luas lagi. Kata Love yang ada ini merupakan sebuah cinta kasih yang tulus serta universal yang dapat kita aplikasikan kedalam bentuk Perhatian, Senyuman ataupun Tutur kata yang baik, bisa jadi teguran yang tegas merupakan bukti dari kasih sayang kita pula. Jadi kata Cinta yang kita katakan saat ini lebih dekat kepada niat awal kita melakukan sesuatu, jangan pernah takut dalam melakukan ketegasan apabila tujuan kita adalah membuat para pekerja kita semakin baik dan memahami hidup serta pekerjaan yang mereka geluti. Segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dampak lurus terhadap niatan awalsaat kita melakukannya, sesuatu yang didasari oleh niat Cinta kasih, pastilah akan diterima oleh orang yang mendengarnya sebagai bagian daripada cinta kasih walaupun kata – kata yangkita ucapkan bernada tegas. Akan tetapi sebaliknya bila niatan kita di awal adalah untuk menjatuhkan seseorang, selanjutnya diterima oleh orang tesebut sebagai kata yang tidak baik walaupun cara penyampaian kita dengan cara yang paling lembut sekalipun, selaluberpulang kepada niatan awal kita melakukannya. Salah satu kekuatan Cinta ini dapat kita rasakan saat pekerjaan kita dihargai sebagaimana semestinya dan permohonan maaf yang tulus kepada seseorang karena belum dapat melakukan hal yang lebih baik dari hari lebih mahal harganya ketimbang berapapun uang yang diberikan. 3. Mengajak para pekerja turut merasakan apa yang kita rasakan dan memberitahu mereka tentang harapan berkembangnya perusahaan kita kedepan, akan membentuk pekerja – pekerja yang loyal dan siap berjuang lebih giat dalam perusahaan yangkita pimpin, ketimbangberusaha menutup nutupi kekurangan yang ada di perusahaan saat ini. Maka dalam hal ini kata Cinta pun bermakna kejujuran kepada setiap orang yang terlibat dalam perusahaan kita untuk turut memiliki perusahaan ini. Kata jujur tidak selalu identik dengan uang tapi juga jujur dalam berbagai hal; jujur dalam hal berbicara, jujur dalam berperilaku. Demikianlah pada akhirnya kita akan menyadari bahwa produk yangkita jual kepada klien adalah produk manusi dan tidak ada cara lain untuk meningkatkan produk kita tersebut kecuali dengan cara memanusiakan manusia, siapapun orangnya. |
| Last Updated on Friday, 12 March 2010 16:51 |







