Home Artikel Mendidik Hidup Bersih


Mendidik Hidup Bersih PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 19 January 2010 09:48

 

Mendidik Hidup Bersih

Sejumlah sikap dan tingkah laku  ditanamkan pada anak – anak sejak usia dini. Tidak ada pilihan lain, pendidikan ini harus dimulai dari rumah dan tentu oleh para orang tua dan anak.

Kiat – kiat dalam mencapai hidup bersih mencakup pendidikan, latihan, penyadaran, pemahaman, percontohan dan bimbingan. Para orang tua harus menerapkan hidup bersih dalam rumah tangganya. Paparan berikut kita coba dalam kehidupan nyata.

 

Fasilitas yang bersih

Sebelum orang tua memberikan pengertian tentang kebersihan, terlebih dahulu orang tua menyelenggarakan / menyediakan beberapa fasilitas yang serba bersih. Pertama ruang tamu, bagian awal yang diinjak kaki ketika memasuki isatana, tempat berteduh, tempat beristirahat, tempat bertme sesama keluarga, tempat belajar dan seterusnya. Ruang tamu akan menjadi kesan pertama bila kita pulang ke rumah. Akan terasa pusing bila kita baru datang masuk rumah disuguhi pemandangan kotor dan awut – awutan. Jagalah ruang tamu ini sebersih mungkin. Lantai licin tanpa debu, tanpa barang lengket, tanpa serpihan apapun, walau hanya sepotong kertas. Ruang tamu yang bersih akan terasa nyaman bagi para tamu pun juga akan merasakan kenyamanan. Ini berarti kita telah memuliakan tamu. Apabila anak – anak terpaksa belajar dan bermain di ruang tamu, maka selalu diingatkan menjaga ketertiban dan kebersihan.

Kemudian kamar mandi / WC singkirkan barang – barang yang tak berguna seperti rendaman pakaian dan handuk yang bergantungan, semuanya ini menjadikan tak nyaman. Bak mandi harus dikuras setiap hari atau dua hari sekali, atau kasih saja ikan, obat anti jentik (abate). Lantai senantiasa digosok usahakan tempat cuci pakaian terpisah. Kalau terpaksa, maka setiap habis mencuci langsung disikat hingga bersih.

Kamar tidur bagian yang tak kalah penting harus bersih. Hindari menyimpan barang / perabot dibawah bed tempat tidur yang bisa menjadi sarang nyamuk. Baju – baju yang bergantungan di kamar tidur tentu mengundang nyamuk. Seprei senantiasa terpasang bersih dan rapi. Tiga tempat dalam rumah ini adalah bagian strategis untuk tetap dijaga kerapihan dan kebersihannya. Bila seorang ibu bisa menjaga ketertiban ini, anak secara otomatis akan terbisa dengan keadaan hidup bersih.

 

Mencuci Tangan dan Kaki

Biasakan mencuci tangan dankaki setiap datang dari bepergian, mau tidur, bangun tidur, habis bermain dan mau makan selalu mencuci tangan terlebih dahulu.

 

Menyikat Gigi

Hal ini agar gigi selalu bersih dengan cara menyikatnya. Paling sedikit dua kali, setiap akan mandi dan akan tidur. Anak yang biasa sikat gigi sejak kecil, maka gigi akan tumbuh sehat dan bersih.

 

Pangkas Rambut dan Potong Kuku

Anak laki – laki maupun perempuan secara rutin dipangkas rambutnya. Rambut dicuci dengan shampo, bagi anak – anak balita, anak – anak dibawah 10 tahun baik setiap hari, karena mereka banyak berkeringat.

Kuku pada jari tangan dijaga setiap enam hari sekali dipotong, kuku jari tangan penyebab penularan berbagai kuman dan kotoran yang berpeluang masuk mulut. Gatal – gatal pada kulit tubuh dimungkinkan virus dan bakteri menetap di balik kuku jari tangan. Demikian pula kuku pada jari kaki. Kebiasaan yang ditanamkan sejak usia dini merupakan tugas orang tua.

 

Cebok Anak Balita

Usia balita bagi anak – anak merupakan masa pertumbuhan dan rawan dengan penyakit – penyakit infeksi, disentri, demam dan flu. Mereka periode awal turun ke tanah dan menyentuh segala barang. Kebersihan bagi anak usia ini merupakan bagian penting. Membiasakan mencuci anus dan alat vital atau mencebok, setelah buang air besar maupun buang air kecil suatu keharusan. Sejumlah orang tua menganggap hal ini remeh. Pendidikan dengan cara melatih bersih setelah buang air besar / buang air kecil, dengan menceboki, lebih sempurna daripada dengan di pel atau dilap. Sering kia saksikan ibu – ibu mengganti pampers cuma dipel tanpa air basah, lebih afdol diguyur air di kamar mandi. Anak tidak tahu apa – apa tetapi merasa diperlakukan seenaknya, diapun akan seenaknya berkotor – kotor. Kebiasaan anak yang diperlakukan secara jorok, menanamkan sikap jorok pula pada anak.

 

Jorok di Zaman Pampers dan Softex

Jangan pernah membuang kotoran manusia disembarang tampat. Karena orang tua dahulu punya “pemeo” kotoran yang dibuang disampah, yang bersangkutan bisa sakit perut, ketika sampah itu dibakar. Di zaman modern kaum ibu bisa membuang pampers di bak sampah. Sebaiknya sebelum dibuang, diguyur air dahulu di WC. Demikian pembalut wanita, seharusnya dihuyur air dicuci dahulu baru dibuang di bak sampah, supaya tidak menyebar aroma busuk.

 

Terapi Mandi

Ada ibu – ibu yang malas memandikan bayinya, padahala menurut kesehatan hal itu wajib untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Demikian pula para orang tua jompo tetap harus dimandikan. Mandi merupakan terapi, memperlancar aliran darah, merangsang saraf dan menghilangkan rasa lelah. Usahakan pada usia yang sulit untuk memandikannya dua kali setiap hari.

 

Last Updated on Friday, 12 March 2010 16:52
 

Berita Update

  • 23.02.10

     

    Dukung pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Klining Servis demi profesionalisme kita bersama

    Read more...

Ads

  • Advertising
  • Advertising

Statistics

Content View Hits : 14667
, Powered by Joomla!; Joomla templates by SG web hosting