Home / News / Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi TKI di Luar Negeri

Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi TKI di Luar Negeri

SSesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri, selama melakukan pekerjaannya di luar negeri. Kemudian sertifikat kompetensi ini bisa membuat pekerja Indonesia dapat bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Namun dengan catatan para pekerja Indonesia mesti memiliki sertifikat kompetensi pekerja. Pasalnya, sertifikat itu penting untuk dibawa dan dibuktikan ke dalam dunia kerja dalam negeri maupun luar negeri.

Karena itulah dibentuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui PP No. 23 Tahun 2004 yang bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk seluruh profesi. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.

Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas. Berbeda dengan paradigma lama yang berjalan selama ini, sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven), kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT).

“Persyaratan bahwa setiap TKI yang akan bekerja di luar negeri harus mengikuti uji kompetensi berdasarkan amanat dari UndangUndang (UU) nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan pembimbingan kepada TKI yang bekerja di luar negeri. Dalam UU itu disyaratkan bahwa semua yang bekerja di luar negeri harus memiliki sertifikat kompetensi,” kata Ketua BNSP, Ir. Sumarna F Abdurahman M.Sc, kala disambangi Indonesia Clean Magazine di ruang kerjanya.

5825871567_4d477202ce_b

Menurut dia, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa orang yang akan bekerja di luar negeri itu memang sudah berkompeten dibidangnya. Apabila sudah berkompeten maka akan terdapat aspek perlindungan dan aspek secara teknis bahwa orang tersebut bisa bekerja. Kemudian yang kedua adanya aspek jaminan yang berkaitan dengan remunerasinya.

“Jadi apabila bila bekerja sebagai klining servis maka job desk atau tugasnya menjadi jelas maka remunerasinya pun turut jelas. Jadi, sertifikasi mempunyai dua tujuan, memberikan perlindungan secara teknis serta memberikan perlindungan ekonomis. Sehingga tidak akan terjadi pekerja yang dikirim dengan sertifikasi klining servis, berubah menjadi pembantu rumah tangga (PRT),” jelas dia.

TKI Informal

Memang dari UU 39/2004 ini, implementasinya selama ini baru terfokus dan terbatas kepada PRT saja, yang lebih dikenal sebagai TKI informal. TKI informal ini merupakan pekerja yang bekerja kepada perorangan. Hal ini dikarenakan pemerintah merasa bahwa inilah segmen yang harus dilindungi lebih dahulu, sedangkan pekerja formal yang biasanya bekerja di industri dan perusahaan dianggap sudah jelas prosedur dan jaminannya.

“Tetapi dengan adanya persaingan global, khususnya di bidang tenaga kerja, Menteri Tenaga Kerja mengamanatkan agar sekarang sudah waktunya sertifikasi ini dilakukan juga kepada TKI formal. Dalam kaitannya ini maka berbicara mengenai TKI formal berdasarkan definisi adalah mereka yang bekerja pada badan hukum, bisa perusahaan dan badan hukum lainnya. Dalam konteks inilah, kita melihat dalam dua tahun terakhir ini, permintaan terhadap tenaga kerja klining servis itu semakin meningkat dan umumnya mereka dipekerjakan di kantorkantor dan tempat-tempat publik umum, dan mungkin juga dipekerjakan di perumahan tapi polanya bukan sebagai bagian PRT, tapi pola penugasan saja, seperti pola outsourcing,” ungkap Sumarna.

Mengapa dimulai dengan klining servis? Hal ini ada berkaitan dengan program yang ada di BNSP, sehingga BNSP pada tahun 2015 ini ditugaskan juga untuk memberikan bantuan sertifikasi TKI ke luar negeri.”Selama ini kita melakukan identifikasi siapa saja TKI yang perlu kita bantu. Dan pada akhirnya berdasarkan dalam segi jumlahnya dan trennya yang besar, maka profesi klining servis ini menjadi salah satunya yang akan dibantu dalam kaitan sertifikasi kompetensinya,” ujar dia.

Melalui program sertifikasi kompetensi ini boleh dikatakan merupakan langkah awal dan kedepannya nanti mungkin akan berlaku kepada semua jenis profesi yang bekerja di luar negeri dan khususnya bagi klining servis yang dimulai dari sekarang.“Hal ini ada dampak manfaatnya bagi kita. Kalau sertifikasi kompetensi ini bisa kita lakukan maka berarti teman-teman di industri klining servis sudah masuk dalam konteks go international,” kata dia.

Perlu diketahui, Lembaga Sertifikasi profesi (LSP) tidak hanya diperuntukkan kepada pekerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Oleh karenanya, sedang dikembangkan standard yang baik dalam penerapannya. Kemudian LSP Klining Servis mempunyai dua misi yaitu kompetensi bagi pekerja dalam negeri dan luar negeri.

“Maka dengan materi pembelajaran dan pelatihan yang bagus, kita harapkan akan ada pengakuan dari kebutuhan pengguna sehingga terbentuklah pemikiran bahwa ternyata pekerja klining servis dari Indonesia kerjanya bagus. Maka akan bisa meningkatkan daya saing tenaga kerja kita dan dengan daya saing itu pangsa pasar TKI di sektor klining servis diharapkan tahun berikutnya akan semakin meningkat. Mungkin pangsa pasar kita masih kecil, karena umumnya dikuasai oleh Bangladesh, Filipina, Pakistan dan India,” ujar dia.

Pentingnya Sertifikasi Kompetensi

Persyaratan sertifikasi kompetensi TKI di luar
negeri sangat dibutuhkan, namun terdapat juga negara pengguna TKI yang tidak mensyaratkan adanya sertifikasi kompetensi dalam mempekerjakan mereka. Contohnya, apabila TKI ingin bekerja di daerah Timur Tengah, maka mereka tidak mengetahui adanya mekanisme sertifikasi kompetensi ini.

“Namun, bagi kita sebagai pengirim tenaga kerja mempunyai kepentingan untuk memastikan bahwa orang yang bekerja itu memang mempunyai kompetensi di bidangnya, jangan sampai kita mengirim orang yang sama sekali tidak mengenal bidang pekerjaan yang akan dikerjakan. Jadi hal itu lebih banyak terdapat kepentingan kita, bahkan jika nantinya ternyata orang itu bekerjanya baik dibandingkan dengan negara lain, maka akan ada penilaian yang baik pula terhadap TKI kita,” jelas Sumarna.

Dengan adanya sertifikasi kompetensi ini maka mereka bisa dilatih dan mendapatkan sertifikasi berdasarkan bidang pekerjaannya. Bahkan, negara penerima TKI yang belum mensyaratkan sertifikasi kompetensi, mungkin kedepannya akan meminta TKI yang bersertifikat kompetensi.”Oleh karenanya, dengan situasi tersebut, maka TKI sangat diuntungkan dikarenakan kita sudah memiliki sertifikat kompetensinya,” ungkap dia.

Apabila dilihat dari jumlah lembaga sertifikasinya maka terdapat 200 lembaga sertifikasi, termasuk klining servis. Sektor lembaga sertifikasi dibagi dalam lima sektor utama yaitu pertanian, industri manufaktur, pertambangan, transportasi, dan jasa. Hampir semua sektor ekonomi sudah memiliki lembaga sertifikasinya. Namun, masing-masing sektor itu penerapannya berbedabeda.”Misalkan saja sektor jasa perbankan, semua bankir itu wajib memiliki sertifikat kompetensi di bidang list management, makanya ada LSP di bidang itu,” tambah dia.

Tanpa adanya sertifikasi kompetensi, maka ada kekuatiran bahwa mereka yang bekerja sebagai klining servis di luar negeri, malah bisa dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Oleh karena itu, hal ini menjadi tugas penting bagi Konsulat Jenderal (Konjen) yang berada di luar negeri untuk mengendalikan dan memastikan bahwa pekerja klining servis itu bekerja sesuai bidangnya.”Kalau terjadi penyelewengan tersebut, maka harus dilaporkan dan bisa dibatalkan kontrak kerjanya,” kata Sumarna.

“Semua kontrak kerja harus mendapatkan pengakuan atau izin dari pihak kedutaan di luar negeri, hal itu merupakan tugas dari atase tenaga kerjanya sehingga setiap pengguna tenaga kerja harus sesuai dengan kontrak kerja,” lanjut dia.

About admin

Check Also

4th Indonesia Int’l Cleaning Exhibition

Welcome to the 4th edition of Indonesia International CLeaning and Laundry Exibition : EXPO CLEAN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *